Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2013

Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat


Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) adalah wilayah taman nasional yang melindungi dan memiliki keanekaragaman hayati, total luas taman ini sekitar 132.000 Ha

Taman nasional ini terletak di Kalimantan Barat, Indonesia, Kota terdekat untuk dapat mendatangi tempat ini adalah Pontianak

Pada tahun 1999, Danau Sentarum ditetapkan sebagai taman nasional. Sebelumnya, Taman Nasional Danau Sentarum berstatus cagar alam (1981/1982) dan suaka margasatwa (sejak 1983).


Danau Sentarum, Kalimantan Barat


Peta Lokasi Danau Sentarum


Kapal cepat atau speed boat menjadi alat transportasi utama yang digunakan petugas penjaga Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, untuk menjaga wilayahnya

Namun, mahalnya harga bensin di daerah ini menjadi salah satu kendala yang menghambat mobilitas mereka

Petugas pengendali ekosistem hutan, Seksi II Pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum, Komarwan, mengaku ongkos penggunaan kapal cepat di sana amat mahal

"Satu liter bensin di sini harganya Rp 9.000," kata dia kepada Tempo, Senin, 5 November 2012.

Pria yang akrab dipanggil Marwan ini menjelaskan, luas keseluruhan Taman Nasional Danau Sentarum sekitar 132 ribu hektare. Pengelolaannya dibagi menjadi tiga seksi. Seksi II, tempat ia bertugas, luasnya 48 ribu hektare.

Untuk mengitari daerah yang sangat luas itu, tujuh orang pegawai tetap dan beberapa petugas tambahan hanya dilengkapi dengan dua kapal cepat yang berukuran kecil (mesin 15 PK) dan ukuran sedang (40 PK)

Gambaran luas wilayah yang harus diawasi oleh petugas lapangan

Padahal, jika terjadi kebakaran di musim kemarau, mereka harus mengerahkan pasukan lebih banyak menuju lokasi kebakaran.

Dalam sehari, mereka biasanya mengkonsumsi 25 liter bensin
"Seminggu pemakaiannya sekitar lima hari. Jika dihitung biaya untuk bensin hampir Rp 1,5 juta per minggu,"
kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Resort Bukit Tekenang, salah satu lokasi pusat pemantauan TNDS di seksi II, Kecamatan Semitau.

Ini baru bicara soal ongkos yang dikeluarkan untuk transportasi menjaga dan memantau TNDS sehari-hari

Belum lagi jika kapal cepat ini bermasalah. Mereka harus mengeluarkan dana lebih untuk kerusakan dan penggantian onderdil. 

"Kalau rusak, ganti ring saja bisa sampai Rp 1 juta, belum lagi biaya pemeliharaan," kata dia


Sisi lain keindahan Danau Sentarum


Sebenarnya Marwan tak begitu mengeluhkan mahalnya ongkos tersebut. Sebab, menurut dia, harga bensin atau solar di Kalimantan memang dijual di kisaran harga Rp 9.000.

Bahkan, dalam kondisi sangat parah, di mana pasokan sedikit, harga bensin dan solar bisa mencapai Rp 13 sd15 ribu

Yang dia butuhkan adalah tambahan petugas dan kapal cepat untuk menunjang aktivitas mereka sebagai penjaga taman nasional yang juga berfungsi sebagai tempat mencari nafkah masyarakat sekitar itu.

"Idealnya, tiap seksi itu punya empat kapal kecil dan satu kapal besar. Tugas kami mungkin akan menjadi lebih mudah," ujarnya berharap


Sumber,  Tempo





Selasa, 01 Januari 2013

Taman Nasional Ujungkulon


Taman nasional Ujung Kulon, berada di provinsi Banten, dengan luas sekitar 1.122.000 Ha, selain memiliki daratan, taman ini juga memiliki bagian laut yang luas, dan dapat digunakan untuk olahraga air

Taman ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah tercatat dan diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991

Taman Nasional Ujung Kulon adalah suaka margasatwa bagi badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Banteng, data terakhir jumlah badak yang tercatat disini, kurang dari 70 ekor


Peta Wisata Ujung Kulon (Koleksi Photo, Google)


Waktu yang tepat untuk mengunjungi Taman Ujung Kulon antara bulan April sampai September

Untuk memasuki taman nasional ini diperlukan izin, dan Anda dapat memperolehnya dari kantor Perlindungan Hutan dan Alam di Labuan.

Untuk dapat mendatangi Taman Nasional Ujungkulon ini, jika dimulai dari Jakarta, Anda menuju ke Serang dengan menggunakan kendaraan, lalu ke Labuan dengan durasi kira-kira 1,5 jam.

Dari Labuan ke Pulau Peucang dapat didatangi dengan speedboat yang memakan waktu 5 jam. Atau Anda dapat juga menggunakan mobil selama 3,5 jam dari Labuan ke Tamanjaya.


Ada tiga tempat wisata favorit di Ujungkulon, yaitu Pulau Penaitan, Pulau Handeuleum, dan Pulau Peucang


Pulau Panaitan
Terletak di bagian barat Kawasan Taman Ujungkulon, pulau ini memiliki berbagai potensi objek wisata alam yang sangat menarik untuk dikiunjungi 

Hutan Pulau Panaitan yang masih asli ini dihuni oleh berbagai jenis satwa liar seperti rusa, kancil, babi hutan, kera ekor panjang, buaya, kadal, ular phyton, dan aneka jenis burung


(Koleksi Photo, Wikipedia)


Di Pulau Panaitan ini juga terdapat Arca Ganesha beserta benda-benda peninggalan sejarah lainnya

Kondisi pantai berbatu dan berpasir putih dengan terumbu karang, sangat baik untuk kegiatan wisata alam bahari seperti menyelam dan snorkeling dan gelombang lautnya cukup tinggi, dan cocok untuk berselancar.

Pada beberapa bagian kawasan daratan pulau ini sudah tersedia juga jalan setapak untuk memudahkan bagi pengunjung yang datang
Di pulau ini belum dilengkapi dengan sarana akomodasi yang memadai bagi wisatawan.


Pulau Handeuleum
Terletak di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon, di Pulau ini masih bisa ditemukan rusa dan reptil, pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove.

Pesona yang bisa dinikmati di Pulau ini adalah daerah Cigenter, Padang Penggembalaan Cigenter, dan Cikabeumbeum

Hal menarik lainnya yang bisa dilakukan di pulau ini adalah menaiki perahu untuk menyusuri Sungai Cigenter sambil melihat hutan hujan tropis pada sisi disepanjang sungainya.

Pada bagian hulu sungainya terdapat air terjun bertingkat, dan dapat dicapai dengan menyusuri jalan setapak yang pada kanan dan kirinya terdapat hutan bambu


(Koleksi Photo, Wikipedia)


Pulau Peucang
Pulau ini paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri

Pulau ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh Wisatawan.

Fasilitas yang ada di Pulau Peucang antara lain Penginapan, Pusat Informasi, Dermaga, dan lain sebagainya.

Pantai di Pulau Peucang memiliki karakteristik yang khas yaitu pasir putih dengan hamparan yang luas.

Obyek wisata alam yang dapat dinikmati di pulau ini antara lain Tracking ke Karang Copong, berenang, snorkel dan menyelam


(Koleksi Photo, Google)


Wildlife viewing dapat dinikmati dengan menyeberang ke Padang Penggembalaan Cidaon dengan menggunakan boat kecil yang berkapasitas 6 (enam) orang.

Di Cidaon ini kita dapat mengamati satwa seperti Banteng, Merak, Rusa, dan Babi Hutan.

Disini juga kita dapat melihat situs sejarah peninggalan kolonial Belanda berupa Mercusuar Tanjung Layar dan bekas pembangunan Dermaga di Tanjung Layar dan Cibom


Sumber,  Wikipedia org


Ingin Liburan? Dapatkan travel deals terbaru di Wego.co.id !!